BATAM — LAZ BATAM kembali menunjukkan peran zakat dalam membantu menyelesaikan persoalan sosial di tengah masyarakat. Kali ini, LAZ BATAM membantu pemulangan Reza (42), warga Kota Palembang yang hidup terlantar dan sedang mengalami sakit, untuk kembali ke kampung halamannya.

Reza diberangkatkan dari Pelabuhan ASDP Telaga Punggur, Batam, pada Kamis, 17 September 2026, pukul 15.00 WIB. Ia menumpangi kapal roll-on/roll-off (Ro-Ro) dengan tujuan Kuala Tungkal, Jambi, sebelum melanjutkan perjalanan darat menuju Kota Palembang.

Sebelum keberangkatan, tim LAZ BATAM mengantar Reza dari Kantor LAZ BATAM menuju Pelabuhan ASDP Telaga Punggur. LAZ BATAM memberikan bantuan biaya transportasi laut dari Batam menuju Kuala Tungkal, biaya perjalanan darat dari Kuala Tungkal hingga Kota Palembang, serta biaya konsumsi selama perjalanan.

Berdasarkan identitas kependudukannya, Reza masih tercatat sebagai warga Kota Palembang. Ia telah tinggal di Batam selama kurang lebih dua tahun dan bertahan hidup dengan menjalani berbagai pekerjaan serabutan. Terakhir, Reza berjualan tisu di sejumlah persimpangan lampu merah untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Kondisi Reza semakin memprihatinkan karena menderita penyakit ambeien yang membuatnya kesulitan untuk duduk dan beraktivitas. Ia juga tidak mempunyai tempat tinggal tetap sehingga terpaksa tidur berpindah-pindah dari satu masjid ke masjid lainnya.

Kepada tim LAZ BATAM, Reza mengaku belum dapat menjalani pengobatan karena tidak memiliki biaya. Ia sebenarnya mempunyai kartu BPJS Kesehatan yang dibuat ketika masih tinggal di kampung halaman, tetapi menurut pengakuannya, kartu tersebut belum dapat digunakannya untuk berobat di Batam.

Dengan kondisi kesehatan yang membutuhkan perhatian, tanpa tempat tinggal, dan tidak memiliki sanak saudara di Batam, pemulangan ke kampung halaman dinilai sebagai solusi terbaik. Di Palembang, Reza diharapkan dapat memperoleh perawatan dan perhatian dari keluarganya.

Ketua LAZ BATAM, Syarifuddin, yang turut menemui Reza sebelum keberangkatannya, mengatakan bahwa bantuan tersebut merupakan salah satu bentuk nyata pendayagunaan dana zakat bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Saudara Reza termasuk salah seorang yang berhak menerima dana zakat dalam kelompok ibnu sabil atau orang yang berada dalam perjalanan dan mengalami kesulitan. Melihat kondisi beliau yang sedang sakit, tidak memiliki tempat tinggal, serta tidak mempunyai sanak saudara di Batam, pilihan terbaik saat ini adalah membantu memulangkannya ke kampung halaman agar dapat memperoleh perawatan dan perhatian dari keluarganya,” ujar Syarifuddin.

Menurutnya, persoalan yang dialami Reza menggambarkan pentingnya keberadaan lembaga zakat di tengah masyarakat. Dana zakat yang dititipkan oleh para muzaki dapat hadir sebagai solusi nyata bagi mereka yang berada dalam kondisi sulit dan membutuhkan pertolongan segera.

“Di sinilah peran lembaga zakat sebagai pengelola dana umat. Zakat bukan hanya sekadar bantuan sesaat, tetapi dapat menjadi jalan keluar dalam menyelesaikan berbagai persoalan keumatan dan sosial yang terjadi di tengah masyarakat, termasuk membantu seorang musafir kembali dengan aman ke kampung halamannya,” tambahnya.

Melalui bantuan pemulangan tersebut, LAZ BATAM berharap Reza tiba dengan selamat di Kota Palembang, dapat kembali berkumpul bersama keluarganya, serta segera memperoleh perawatan yang dibutuhkan.

LAZ BATAM juga menyampaikan terima kasih kepada para muzaki dan donatur yang telah menunaikan zakat, infak, dan sedekahnya. Kepercayaan masyarakat tersebut memungkinkan dana umat terus menghadirkan manfaat dan menjadi jalan keluar bagi masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan.