NAGEKEO — Di tengah upaya warga memulihkan kehidupan setelah gempa, masjid darurat Nurul Islam di Kolikapa, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, menjadi tempat berkumpul untuk beribadah dan saling menguatkan. Pada Rabu, 14 Oktober 2026, LAZ BATAM menggelar pengajian bersama para mualaf dan warga sekitar, sekaligus menyalurkan bantuan sembako kepada 70 penyintas gempa.
Kegiatan ini merupakan penyaluran perdana LAZ BATAM dalam perjalanan kemanusiaan tersebut, setelah menempuh perjalanan selama dua hari dan melakukan kunjungan serta survei lapangan selama satu hari.
Hadir dalam kegiatan itu Pimpinan Pesantren Al Ummah, Ustadz Syaiful Rena, Ketua LAZ BATAM, Syarifuddin, serta relawan lokal LAZ BATAM.
Sejak pagi, proses pengadaan sembako dilakukan dengan mendatangi sejumlah tempat, mulai dari pasar tradisional hingga toko grosir di Mbay, ibu kota Kabupaten Nagekeo. Keterbatasan persediaan barang di tempat-tempat yang dikunjungi membuat sejumlah jenis bantuan yang semula direncanakan belum dapat dipenuhi. Tim kemudian menyesuaikan pengadaan dengan ketersediaan barang, sambil tetap mengutamakan kebutuhan sehari-hari penyintas.
Sebelum pembagian sembako, Syarifuddin menyampaikan tausiyah untuk menguatkan akidah para mualaf serta mengajak jemaah menjaga harapan di tengah musibah. Ia menegaskan bahwa kehadiran LAZ BATAM merupakan ikhtiar mengantarkan amanah dan kepedulian para donatur.
“Kami hadir di sini bukan secara kebetulan. Atas izin Allah, kita dipertemukan melalui keadaan ini untuk saling membantu dan menguatkan. Kami datang mengantarkan amanah para donatur yang dipercayakan melalui LAZ BATAM,” ujar Syarifuddin.
Ia juga mengajak warga untuk tetap berharap kepada Allah, tanpa mengabaikan beratnya kehilangan yang mereka alami.
“Bapak dan Ibu mungkin kehilangan sesuatu yang sangat berharga. Semoga Allah memberikan kekuatan dan ketabahan, serta menggantinya dengan kebaikan dan nikmat yang lebih baik,” tuturnya.
Beribadah di Tengah Keterbatasan
Pengajian berlangsung di masjid darurat yang dibangun oleh relawan bersama warga. Tempat ini menjalankan fungsi Masjid Nurul Islam untuk melayani kegiatan ibadah masyarakat Kolikapa serta para santri Pesantren Al Ummah.
Masjid yang sebelumnya digunakan warga mengalami kerusakan cukup parah akibat gempa. Berdasarkan keterangan yang diterima tim di lokasi mengenai hasil pengkajian Dinas PUPR setempat, bangunan tersebut tidak dapat dipergunakan kembali dan harus dibongkar untuk kemudian dibangun ulang.
Di tengah kondisi tersebut, masjid darurat menjadi ruang bagi warga untuk melanjutkan ibadah, bertemu, dan saling memberikan dukungan selama masa pemulihan.
Melayani Warga hingga Keesokan Pagi
Bantuan sembako disalurkan untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga penyintas yang belum dapat kembali beraktivitas secara normal. Sebagian warga masih tinggal di tenda atau tempat tinggal sementara di samping rumah mereka.
Proses penyaluran menyesuaikan kondisi penerima. Tidak semua warga dapat hadir saat pengajian; sebagian datang selepas Magrib, sementara lainnya menerima bantuan setelah salat Subuh keesokan harinya di masjid darurat Nurul Islam.
Ada warga yang terlambat mendapatkan informasi, ada pula yang masih membersihkan puing-puing rumah. Tim LAZ BATAM bersama relawan lokal tetap menyambut dan melayani warga yang datang untuk menerima bantuan.
“Terima kasih kepada seluruh donatur yang telah peduli kepada kami di Kolikapa, Nagekeo. Kami senang mendapat bantuan ini. Semoga Allah membalas kebaikan semuanya,” ucap Ibu Masnun sambil tersenyum.
Melanjutkan Amanah ke Lokasi Lain
Syarifuddin menyampaikan bahwa penyaluran di Kolikapa merupakan langkah awal. LAZ BATAM akan melanjutkan penyaluran amanah donatur ke beberapa lokasi penyintas gempa lainnya dengan memperhatikan kondisi dan kebutuhan di lapangan.
“Alhamdulillah, di Kolikapa ini kami memulai penyaluran amanah Bapak dan Ibu semua. Insya Allah, kami akan terus menyalurkan bantuan ke beberapa lokasi penyintas gempa lainnya,” ungkapnya.
Ia turut menyampaikan apresiasi kepada pihak Pesantren Al Ummah dan relawan lokal yang membantu proses survei, pengadaan, serta penyaluran bantuan.
“Terima kasih kepada seluruh donatur yang telah ikut peduli melalui LAZ BATAM. Semoga bantuan ini meringankan kebutuhan saudara-saudara kita, dan semoga Allah SWT melipatgandakan pahala atas setiap kebaikan yang diberikan,” pungkasnya.


