Lembaga Amil Zakat (LAZ) BATAM kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pendidikan Islam, khususnya bagi para penghafal Al-Qur’an, dengan menyalurkan bantuan konsumsi kepada santri di Rumah Tahfizh Jamiatul Ulum Al Fatah, Batam Centre.
Bantuan yang disalurkan merupakan hasil dari dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) masyarakat yang dikelola secara amanah dan profesional oleh LAZ BATAM. Pada penyaluran kali ini, Ketua LAZ BATAM, Syarifuddin, secara langsung menyerahkan bantuan kepada pengurus Rumah Tahfizh pada Sabtu, 31 Mei 2025.
Rumah Tahfizh Jamiatul Ulum Al Fatah saat ini membina sekitar 18 santri ikhwan, mayoritas berasal dari keluarga prasejahtera. Beberapa santri bahkan datang dari daerah terpencil, seperti Pulau Nguan dan wilayah hinterland lainnya di Kepulauan Riau, yang akses terhadap pendidikan dan fasilitas dasar masih sangat terbatas.
“Bantuan konsumsi ini bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan harian, tetapi juga bentuk nyata dukungan masyarakat untuk melahirkan generasi Qur’ani dari wilayah kepulauan,” ujar Syarifuddin.
Lebih dari sekadar bantuan konsumsi, LAZ BATAM juga berencana memperluas bentuk dukungan melalui program beasiswa khusus bagi para santri tahfizh. Program ini diharapkan dapat memberikan jaminan pendidikan berkelanjutan dan semangat juang yang lebih tinggi kepada para santri.
“Insya Allah ke depan kita akan dorong agar para santri ini juga mendapat beasiswa rutin. Kita ingin mereka bisa fokus menghafal tanpa terbebani kondisi ekonomi keluarga,” tambahnya.
Langkah ini menjadi bagian dari misi besar LAZ BATAM dalam membangun peradaban berbasis nilai-nilai Qur’ani di tengah masyarakat, khususnya di kawasan maritim dan kepulauan yang selama ini kurang tersentuh bantuan.
LAZ BATAM mengajak masyarakat luas untuk terus ambil bagian dalam program-program sosial ini dengan menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui saluran resmi LAZ BATAM. Setiap rupiah yang disalurkan akan menjadi jembatan kebaikan yang nyata bagi mereka yang membutuhkan.
Dengan sinergi dan kepedulian bersama, generasi Qur’ani akan terus tumbuh dan menjadi penerang bagi masa depan bangsa. (Nursalim Turatea).


