Sekolah Rusak Dihantam Gempa dan Tsunami, LAZ BATAM Bersama Yayasan Adz Dzikra Hadirkan Harapan bagi 120 Siswa MIS Nur Sa’adah Nagekeo (lp.3)
Belajar di tenda darurat di tengah cuaca panas, anak-anak penyintas gempa tetap bersemangat menuntut ilmu. Bantuan perlengkapan sekolah dan kebutuhan pangan dari para donatur menjadi penyemangat di tengah keterbatasan.
NAGEKEO, NTT — Terik matahari menyengat kawasan Nangadero, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, Jumat (16/10/2026). Suhu udara yang diperkirakan mendekati 38 derajat Celsius membuat kulit terasa perih. Namun, di balik kondisi yang tidak nyaman itu, sebanyak 120 siswa Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Nur Sa’adah tetap bertahan di dalam tenda darurat yang kini menjadi ruang belajar mereka.
Sejak pagi, anak-anak tersebut telah menunggu kedatangan tim relawan LAZ BATAM yang membawa bantuan amanah dari para donatur di Batam, Kepulauan Riau, serta Yayasan Adz Dzikra Villa Galaxy Bekasi Selatan, Jawa Barat.
Kehadiran para relawan menjadi momen yang membahagiakan bagi anak-anak yang hingga kini harus menjalani kegiatan belajar dalam keterbatasan akibat bencana gempa bumi pada 15 Agustus 2026.
Bangunan sekolah mereka mengalami kerusakan berat akibat guncangan gempa yang dilaporkan berkekuatan magnitudo 7,7, sehingga tidak lagi dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
Hanya 10 Kilometer dari Pusat Gempa, Sekolah Tak Lagi Bisa Digunakan
MIS Nur Sa’adah berada di kawasan Nangadero, tidak jauh dari pesisir dan Pelabuhan Maropokot, Kabupaten Nagekeo.
Menurut informasi yang dihimpun tim di lokasi, wilayah tersebut berjarak sekitar 10 kilometer dari pusat gempa yang berada di laut. Kawasan ini juga dilaporkan terdampak gelombang tsunami dengan ketinggian mencapai sekitar dua meter.
Dampak bencana tidak hanya merusak bangunan sekolah, tetapi juga mengganggu aktivitas pendidikan anak-anak.
Ruang kelas yang sebelumnya menjadi tempat belajar kini harus digantikan dengan tenda darurat. Di bawah paparan panas matahari, para siswa tetap berusaha mengikuti kegiatan pendidikan meskipun sarana dan prasarana yang tersedia sangat terbatas.
Kondisi ini menjadi gambaran bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya menyangkut kebutuhan pangan dan tempat tinggal, tetapi juga keberlangsungan pendidikan generasi penerus.
Amanah Donatur Batam, Kepri, dan Bekasi Menjangkau Anak-Anak Nangadero
Melanjutkan rangkaian penyaluran bantuan kemanusiaan bagi masyarakat penyintas gempa Nagekeo, LAZ BATAM kembali bergerak menyalurkan amanah para donatur.
Kali ini, bantuan dipusatkan di sekolah darurat MIS Nur Sa’adah Nangadero, dengan sasaran 120 siswa dan 12 tenaga pendidik serta tenaga tata usaha.
Bantuan yang disalurkan berupa buku-buku sekolah dan minuman susu untuk 120 siswa. Sementara itu, sebanyak 12 guru dan tenaga tata usaha menerima bantuan sembako serta minuman tonik.
Bantuan tersebut merupakan bagian dari kepedulian para donatur yang mempercayakan penyalurannya melalui LAZ BATAM, termasuk dukungan dari Yayasan Adz Dzikra Villa Galaxy Bekasi Selatan yang turut memberikan kontribusi besar dalam rangkaian kegiatan kemanusiaan ini.
Sebelumnya, pada Kamis (15/10/2026), bantuan dari Yayasan Adz Dzikra melalui LAZ BATAM juga telah disalurkan kepada 50 warga penyintas gempa di Kampung Tonggurambang, Kabupaten Nagekeo.
Rangkaian kegiatan ini menunjukkan bahwa kepedulian para donatur terus diwujudkan melalui bantuan yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat terdampak, mulai dari kebutuhan pangan hingga dukungan pendidikan.
Kepala Madrasah: Anak-Anak Kami Sangat Senang Mendapatkan Buku
Kepala MIS Nur Sa’adah, Ibu Neneng, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh donatur yang telah memberikan perhatian terhadap keberlangsungan pendidikan anak-anak di sekolah tersebut.
Menurutnya, bantuan buku sekolah sangat berarti bagi para siswa yang sedang menghadapi keterbatasan sarana belajar akibat bencana.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh donatur yang telah memberikan perhatian dan kepedulian kepada kami di sini. Anak-anak kami sangat senang mendapatkan buku-buku ini untuk digunakan belajar,” ungkap Neneng.
Di tengah keterbatasan ruang kelas dan fasilitas pendidikan, bantuan perlengkapan sekolah menjadi salah satu bentuk dukungan yang sangat dibutuhkan agar semangat belajar para siswa tetap terjaga.
Ketua LAZ BATAM Berbaur dengan Siswa, Berikan Motivasi dan Hadiah
Ketua LAZ BATAM, Syarifuddin, yang hadir langsung bersama tim relawan lokal, tidak hanya menyerahkan bantuan, tetapi juga berinteraksi dengan para siswa di dalam tenda darurat.
Dalam suasana penuh keakraban, Syarifuddin memberikan motivasi kepada anak-anak agar tetap semangat belajar dan tidak menyerah menghadapi keadaan.
Ia mengingatkan bahwa musibah yang sedang dialami tidak boleh memadamkan cita-cita dan semangat untuk meraih masa depan yang lebih baik.
Suasana semakin meriah ketika Syarifuddin mengajak para siswa mengikuti kuis dan menjawab sejumlah pertanyaan.
Anak-anak tampak antusias, berlomba-lomba mengangkat tangan untuk mendapatkan kesempatan menjawab. Siswa yang berhasil menjawab pertanyaan mendapatkan hadiah yang telah disiapkan.
Keceriaan sederhana itu menghadirkan suasana berbeda di tengah kondisi sekolah darurat yang serba terbatas.
Di bawah terik matahari yang menyengat, senyum dan semangat anak-anak menjadi pengingat bahwa pendidikan harus tetap berjalan meskipun bencana telah merenggut kenyamanan ruang belajar mereka.
Ketua BAZNAS Nagekeo: Bangunan Madrasah dan TPA Harus Dibangun Kembali
Kegiatan penyaluran bantuan tersebut turut dihadiri Ketua BAZNAS Kabupaten Nagekeo, Rum Anshori, yang juga merupakan salah seorang pendiri MIS Nur Sa’adah.
Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan kondisi memprihatinkan bangunan madrasah dan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) yang terdampak gempa.
Menurutnya, bangunan MIS dan TPA mengalami kerusakan berat sehingga tidak memungkinkan lagi digunakan dan perlu dibongkar untuk dibangun kembali dari awal.
Ia berharap kepedulian masyarakat dari berbagai daerah dapat membantu mewujudkan kembali sarana pendidikan yang layak bagi anak-anak Nangadero.
“Kami menitipkan pesan kepada saudara-saudara kami di Batam, Kepulauan Riau, Bekasi, dan di mana pun berada. Kami sangat membutuhkan dukungan dana untuk kelanjutan pendidikan generasi kami di sini,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan bahwa umat Islam di Kabupaten Nagekeo merupakan kelompok minoritas, yang menurut keterangannya berjumlah sekitar 9 persen dari total penduduk.
Kondisi tersebut membuat dukungan dan solidaritas dari berbagai daerah memiliki arti penting bagi keberlangsungan pendidikan Islam di wilayah tersebut.
Menembus Terik Matahari Demi Menyampaikan Amanah
Bagi tim LAZ BATAM, perjalanan kemanusiaan ini bukan sekadar aktivitas membagikan bantuan.
Paparan panas matahari yang begitu menyengat, perjalanan menuju wilayah terdampak, serta keterbatasan fasilitas menjadi bagian dari tantangan yang harus dilalui para relawan.
Namun, seluruh kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat tim untuk menyampaikan amanah para donatur kepada masyarakat yang membutuhkan.
Terlebih ketika menyaksikan langsung anak-anak yang sejak pagi tetap menunggu di dalam tenda darurat, dengan semangat belajar yang tidak padam meskipun sekolah mereka mengalami kerusakan berat.
Bagi para relawan, kebahagiaan anak-anak saat menerima buku dan mengikuti kegiatan bersama menjadi penyemangat tersendiri untuk terus melanjutkan misi kemanusiaan.
Kepedulian Donatur Terus Berlanjut, Pemulihan Pendidikan Masih Membutuhkan Dukungan
Penyaluran bantuan di MIS Nur Sa’adah Nangadero menjadi bagian dari rangkaian kegiatan kemanusiaan LAZ BATAM bersama para donatur dalam membantu masyarakat terdampak gempa di Kabupaten Nagekeo.
Dukungan dari masyarakat Batam dan Kepulauan Riau, serta kepercayaan Yayasan Adz Dzikra Villa Galaxy Bekasi Selatan dalam menitipkan amanah donasinya melalui LAZ BATAM, menjadi kekuatan penting dalam menghadirkan bantuan kepada para penyintas.
Meski bantuan perlengkapan sekolah dan kebutuhan pangan telah disalurkan, tantangan yang dihadapi MIS Nur Sa’adah masih cukup besar.
Kerusakan bangunan madrasah dan TPA menjadi persoalan mendesak yang membutuhkan perhatian lebih luas agar anak-anak dapat kembali belajar di ruang kelas yang aman dan layak.
LAZ BATAM berharap sinergi bersama para donatur terus terjaga, sehingga amanah kemanusiaan dapat disalurkan secara berkelanjutan sesuai kebutuhan masyarakat terdampak.
Di Nangadero, gempa mungkin telah merusak bangunan sekolah, tetapi tidak mampu meruntuhkan semangat 120 anak untuk terus belajar dan meraih cita-cita.
Melalui kepedulian para donatur, harapan itu terus dijaga. Sebab, membantu anak-anak penyintas bencana untuk tetap bersekolah bukan hanya tentang memberikan buku hari ini, melainkan juga tentang menjaga masa depan mereka.
Dari Batam, Kepulauan Riau, dan Bekasi, kepedulian terus mengalir hingga ke pelosok Nagekeo. Amanah terus disampaikan, dan harapan untuk bangkit terus dinyalakan.


