Narasi yang sempat viral di media sosial telah diluruskan oleh keluarga dan pemerintah setempat. Namun, melihat kondisi pasangan lansia yang masih hidup dalam keterbatasan, LAZ BATAM KEPRI hadir menyalurkan bantuan sembako sebagai wujud kepedulian dari para muzakki dan donatur di Provinsi Kepulauan Riau.

BINTAN – Kisah pasangan suami istri (pasutri) lansia di Kampung Sei Enam Darat, Kecamatan Bintan Timur, Kabupaten Bintan, yang sempat viral di media sosial karena disebut hanya mengonsumsi biji cempedak untuk bertahan hidup, mengundang perhatian dan kepedulian berbagai pihak. Meski narasi tersebut kemudian diluruskan oleh keluarga maupun pemerintah setempat, kondisi ekonomi pasangan lansia yang masih tergolong dhuafa mendorong LAZ BATAM KEPRI turun langsung memberikan bantuan kebutuhan pokok.

Pasangan lansia tersebut adalah Pulus (65) dan istrinya, Muttamima (70). Dalam video yang beredar di media sosial disebutkan keduanya hanya mengonsumsi biji cempedak yang direndam air agar lebih awet karena tidak memiliki makanan lain.

Namun, informasi tersebut kemudian dibantah langsung oleh keluarga maupun pemerintah setempat. Pulus menjelaskan bahwa dirinya bersama sang istri tetap mengonsumsi nasi setiap hari, sedangkan biji cempedak hanya sesekali dikonsumsi sebagai makanan tambahan.

“Kami makan nasi. Biji cempedak itu hanya sesekali saja kami makan,” ujar Pulus.

Hal senada disampaikan Muttamima yang saat ini tengah sakit dan hanya dapat berbaring di rumah. Ia mengatakan kebutuhan beras selama ini banyak dibantu oleh tetangga dan warga sekitar. Selain itu, keluarga juga sesekali membeli beras sesuai kemampuan ekonomi mereka.

Meski demikian, kondisi pasangan lansia tersebut masih memerlukan perhatian. Pulus yang telah lanjut usia tetap berjuang memenuhi kebutuhan keluarga, sementara Muttamima yang sedang sakit membutuhkan pendampingan dan perawatan.

Berangkat dari rasa kepedulian setelah melihat tayangan video dan pemberitaan yang beredar, LAZ BATAM KEPRI yang telah resmi menjadi Lembaga Amil Zakat (LAZ) berskala Provinsi Kepulauan Riau mengunjungi kediaman pasangan lansia tersebut untuk memastikan kondisi mereka sekaligus menyalurkan bantuan.

Bantuan yang disalurkan berupa paket sembako berisi beras, telur, mi instan, gula pasir, minyak goreng, ikan sarden, serta berbagai kebutuhan pokok lainnya yang diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga tersebut.

Ketua LAZ BATAM, Syarifuddin, mengatakan bahwa bantuan tersebut merupakan amanah dari para muzakki dan donatur LAZ BATAM yang tersebar di seluruh Provinsi Kepulauan Riau.

“Kami hadir bukan hanya karena berita yang viral, tetapi karena melihat langsung kondisi Bapak Pulus dan Ibu Muttamima yang memang masih membutuhkan perhatian dan bantuan. Alhamdulillah, hari ini kami dapat menyalurkan amanah dari para muzakki dan donatur LAZ BATAM. Semoga bantuan sembako ini dapat meringankan kebutuhan sehari-hari keluarga serta menjadi keberkahan dan amal jariyah bagi seluruh donatur yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui LAZ BATAM,” ujar Syarifuddin.

Dalam penyaluran bantuan tersebut, tim LAZ BATAM diwakili oleh Kepala Bidang Keuangan Yahsanti dan Rusmin selaku pegawai LAZ BATAM. Kegiatan ini juga didampingi oleh Kepala Seksi Penyelenggaraan Zakat dan Wakaf Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bintan, Parman, sebagai bentuk sinergi dalam pelayanan kepada masyarakat.

Perwakilan tokoh masyarakat setempat yang mewakili keluarga Pulus menyampaikan apresiasi kepada LAZ BATAM beserta seluruh donatur atas bantuan yang telah diberikan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada LAZ BATAM dan seluruh donatur yang telah peduli kepada keluarga Pak Pulus. Bantuan ini sangat berarti bagi mereka. Semoga menjadi amal ibadah dan dibalas Allah SWT dengan keberkahan yang berlipat,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, LAZ BATAM berharap dapat terus menjadi jembatan kebaikan antara para muzakki dan masyarakat yang membutuhkan. Lembaga ini juga mengajak masyarakat untuk terus menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi agar semakin banyak keluarga dhuafa yang dapat merasakan manfaatnya.

Kepedulian yang terbangun dari informasi yang beredar di tengah masyarakat diharapkan tidak berhenti pada viralnya sebuah peristiwa, tetapi mampu melahirkan aksi nyata dan semangat gotong royong untuk membantu sesama yang membutuhkan. Inilah semangat yang terus dihadirkan LAZ BATAM dalam mengelola amanah umat demi menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Kepulauan Riau.