BATAM — Menjalani praktikum di LAZ BATAM, Maizatul Akmal dan Versiani Mazda tidak hanya belajar melalui kegiatan di kantor. Dua mahasiswi Institut Syariah Negeri Junjungan Bengkalis tersebut juga mengikuti kegiatan lapangan untuk mengenal pengelolaan zakat dan pelaksanaan program pembinaan masyarakat.
Salah satu kegiatan yang mereka ikuti adalah peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kampung Merah Putih, Kelurahan Ngenang, Sabtu (22/8/2026). Keikutsertaan tersebut menjadi bagian dari pengalaman belajar selama menjalani praktikum satu bulan di LAZ BATAM.
Kedua mahasiswi dari program studi Manajemen Bisnis Syariah dan Akuntansi Syariah ini mendapat kesempatan melihat hubungan antara pengelolaan dana zakat di lembaga dan pelaksanaan program yang menjangkau masyarakat penerima manfaat.
Ketua LAZ BATAM, Syarifuddin, sengaja melibatkan keduanya dalam kegiatan lapangan agar mereka mengenal secara langsung tata kelola zakat serta manfaatnya bagi masyarakat. Dengan demikian, pembelajaran selama praktikum tidak terbatas pada administrasi di kantor, tetapi juga mencakup pelaksanaan program pembinaan rohani dan pendampingan warga.
Belajar di Tengah Masyarakat Binaan
Kampung Merah Putih merupakan kawasan relokasi warga terdampak Proyek Strategis Nasional (PSN). Kawasan ini dihuni sekitar 150 kepala keluarga yang berasal dari Pulau Air Mas, Pulau Selat Desa, dan Pulau Tanjung Sauh.
Sebelum direlokasi, masyarakat Pulau Air Mas dan Pulau Selat Desa telah menjadi warga binaan LAZ BATAM melalui program penempatan dai. Ketika warga berpindah ke Kampung Merah Putih, LAZ BATAM turut memindahkan penugasan dainya agar pendampingan tetap berlanjut. Ustadz Adhlon kini bertugas mendampingi masyarakat di kawasan tersebut.
Melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini, Maizatul Akmal dan Versiani Mazda berkesempatan mengenal lingkungan masyarakat binaan serta melihat pelaksanaan program penguatan akidah dan dakwah. Pengalaman lapangan tersebut menjadi bahan pembelajaran yang relevan dengan bidang keilmuan yang mereka tekuni.
Pendampingan LAZ BATAM menjangkau masyarakat yang mayoritas berasal dari komunitas Suku Laut, termasuk warga mualaf. Kehadiran dai tidak hanya memberikan bimbingan ibadah, tetapi juga menjadi tempat warga berkonsultasi mengenai persoalan sosial, ekonomi, dan pendidikan.
Berbagai persoalan tersebut disampaikan melalui dai kepada LAZ BATAM sebagai lembaga pembina. Hal ini memberikan gambaran kepada kedua mahasiswi mengenai pentingnya memahami kebutuhan masyarakat dalam pelaksanaan program lembaga zakat.
Maulid Nabi sebagai Ruang Pembelajaran Lapangan
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut mengangkat tema “Meneladani Akhlak Rasulullah, Mempererat Ukhuwah dalam Kebersamaan”. Acara menghadirkan penceramah K.H. Muhlisin Dawam Abdillah dari Solo yang didampingi personel Banser NU Kota Batam.
Dalam tausiyahnya, K.H. Muhlisin Dawam Abdillah mengajak jemaah meneladani kehidupan Rasulullah, terutama dalam menjaga kerukunan dan kebersamaan di lingkungan tempat tinggal yang baru. Ia juga mengingatkan jemaah untuk memperbanyak sholawat kepada Nabi Muhammad SAW.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Lurah Ngenang, Babinpotmar TNI Angkatan Laut, perwakilan PT Batam Raya Sukses Perkasa, serta Ketua LAZ BATAM Syarifuddin beserta rombongan. Penampilan grup sholawat Al Barokah Kota Batam turut memeriahkan acara.
Bagi Maizatul Akmal dan Versiani Mazda, keterlibatan dalam kegiatan Maulid Nabi melengkapi pengalaman praktikum melalui perjumpaan langsung dengan masyarakat binaan. Kegiatan kantor dan pembelajaran lapangan memberikan kesempatan bagi keduanya untuk menghubungkan teori di bangku kuliah dengan praktik pengelolaan zakat, pelaksanaan program, serta pelayanan kepada masyarakat.


