BATAM – Lembaga Amil Zakat (LAZ) BATAM menggelar Diklat Pembuatan Business Plan bagi calon penerima manfaat (PM) Program Pemberdayaan Ekonomi Umat yang dilaksanakan selama dua hari, Selasa–Rabu, 8–9 September 2026.
Kegiatan hari pertama berlangsung di Kantor LAZ BATAM, Selasa (8/9/2026), sedangkan kegiatan hari kedua dilanjutkan di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Batu Aji, Rabu (9/9/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua LAZ BATAM Syarifuddin, Kabid Keuangan Yanshanti, Kabid Pendistribusian Nurhaima, Kabid Pendayagunaan Rusmin, serta perwakilan pegawai KUA Batu Aji, Mardianto.
Pada hari pertama, sebanyak lima orang calon penerima manfaat mengikuti diklat di Kantor LAZ BATAM. Kegiatan kemudian dilanjutkan pada hari kedua di Kantor KUA Batu Aji dengan menghadirkan lima calon penerima manfaat lainnya yang belum dapat mengikuti kegiatan pada hari pertama, sekaligus diikuti oleh para pegawai KUA Batu Aji.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari Ketua LAZ BATAM Syarifuddin dan perwakilan KUA Batu Aji, Mardianto. Sementara materi Business Plan disampaikan oleh Kabid Keuangan LAZ BATAM, Yanshanti Buan Agusfina.
Diklat ini bertujuan memberikan pemahaman kepada para calon penerima manfaat mengenai pentingnya perencanaan bisnis dalam menjalankan dan mengembangkan usaha. Para peserta diberikan pemahaman tentang bagaimana menyusun rencana usaha, menghitung kebutuhan anggaran usaha, menentukan strategi pengembangan, serta mempersiapkan langkah-langkah bisnis agar usaha yang dijalankan dapat tumbuh secara lebih terarah dan berkelanjutan.
Seluruh peserta terlihat antusias mengikuti materi yang disampaikan oleh tim LAZ BATAM. Melalui kegiatan tersebut, para calon penerima manfaat diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan dalam mengelola bantuan modal nantinya, tetapi juga mampu menyusun perencanaan usaha yang realistis dan terukur.
Telah Melalui Assessment dan Survei Kelayakan
Sebelum mengikuti tahapan diklat, para calon penerima manfaat terlebih dahulu telah melalui proses assessment dan survei kelayakan yang dilakukan oleh KUA Kecamatan Batu Aji bersama tim LAZ BATAM.
Proses tersebut dilakukan untuk melihat kondisi dan kelayakan calon penerima manfaat, termasuk kondisi sosial ekonomi, jenis usaha yang dijalankan, serta kesiapan usaha untuk mendapatkan dukungan modal dan pendampingan melalui Program Pemberdayaan Ekonomi Umat.
Dengan demikian, peserta yang mengikuti diklat ini merupakan calon penerima manfaat yang telah melalui proses identifikasi dan assessment awal, namun belum menerima pencairan bantuan modal usaha.
Diklat Business Plan merupakan salah satu tahapan yang harus dilalui sebelum bantuan usaha disalurkan. Para calon penerima manfaat terlebih dahulu diarahkan untuk menyusun rencana bisnis dan perencanaan penggunaan modal agar bantuan yang nantinya diberikan dapat dimanfaatkan secara tepat dan mendukung pengembangan usaha.
Pencairan Bantuan Dilakukan Secara Bertahap dan Serentak Secara Nasional
Program Pemberdayaan Ekonomi Umat ini merupakan program yang digagas oleh Kementerian Agama dengan berkolaborasi bersama lembaga-lembaga zakat, salah satunya LAZ BATAM. Program ini dilaksanakan secara serentak di berbagai daerah di Indonesia.
Untuk pelaksanaan program di Kecamatan Batu Aji, terdapat 10 calon penerima manfaat yang dipersiapkan untuk mendapatkan bantuan pengembangan usaha. Para calon penerima manfaat merupakan masyarakat yang berdomisili di Kecamatan Batu Aji, Kota Batam, dan memenuhi ketentuan sebagai penerima dana zakat, termasuk masuk dalam kategori asnaf penerima zakat serta kelompok desil 1–4 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) pemerintah.
Bantuan usaha yang akan diberikan kepada 10 calon penerima manfaat tersebut bersumber dari dana zakat yang dikelola oleh LAZ BATAM.
Namun, bantuan modal usaha tersebut belum dicairkan pada saat pelaksanaan diklat ini. Pencairan bantuan akan dilakukan secara bertahap setelah seluruh tahapan Diklat Pembuatan Business Plan bagi para calon penerima manfaat dalam program ini selesai dilaksanakan secara nasional.
Selanjutnya, proses pencairan bantuan juga akan dilakukan sesuai dengan mekanisme dan tahapan yang telah ditetapkan dalam pelaksanaan Program Pemberdayaan Ekonomi Umat secara nasional.
Ketua LAZ BATAM, Syarifuddin, dalam sambutannya berharap program tersebut dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan ekonomi para penerima manfaat.
Menurutnya, kemajuan sebuah usaha tidak hanya ditentukan oleh besarnya bantuan modal yang diberikan, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh kemampuan pelaku usaha dalam membangun relasi, koneksi, kemitraan, pemasaran, serta membuka akses pasar yang lebih luas.
“Harapan kita, melalui program pemberdayaan ekonomi umat ini para penerima manfaat tidak hanya mendapatkan bantuan, tetapi juga mampu membawa usaha yang dijalankan menjadi lebih maju, berkembang dan tentunya berkah,” ujar Syarifuddin.
Ia menambahkan, pemberdayaan ekonomi tidak cukup hanya dengan memberikan bantuan modal. Para pelaku usaha juga membutuhkan pengetahuan, pendampingan, relasi, koneksi, mitra usaha, strategi pemasaran, serta akses pasar, baik di Kota Batam maupun ke luar Batam.
Karena itu, LAZ BATAM berupaya agar bantuan yang nantinya disalurkan tidak berhenti sebagai bantuan konsumtif, tetapi menjadi modal yang dapat mendorong penerima manfaat mengembangkan usaha dan meningkatkan kemandirian ekonomi keluarganya.
Program serupa sebelumnya juga telah dilaksanakan LAZ BATAM di beberapa wilayah Kota Batam. Di antaranya pemberian bantuan dan pendampingan kepada 10 penerima manfaat di Kecamatan Sekupang serta pendampingan terhadap 10 penerima manfaat di Kecamatan Batam Kota.
Melalui rangkaian program tersebut, LAZ BATAM berharap para penerima manfaat dapat meningkatkan kapasitas usaha, memperluas akses pemasaran, meningkatkan pendapatan keluarga, dan secara bertahap mampu keluar dari kondisi ekonomi yang kurang mampu.
Pada akhirnya, Program Pemberdayaan Ekonomi Umat ini diharapkan tidak sekadar menjadi bentuk penyaluran dana zakat, tetapi menjadi bagian dari ikhtiar menjadikan zakat sebagai instrumen pemberdayaan yang mampu mendorong kemandirian ekonomi masyarakat serta menghadirkan manfaat yang berkelanjutan dan penuh keberkahan.


