Batam, 21 Januari 2026 — Lembaga Amil Zakat (LAZ) Batam Kepulauan Riau mendayagunakan dana zakat untuk memperkuat dakwah Islam di wilayah pesisir dan pulau terluar. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui penempatan Da’i di kawasan hinterland, yang kali ini dilaksanakan bertepatan dengan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW di Pulau Selat Desa, Kelurahan Ngenang, Kecamatan Nongsa, Kota Batam.

Dalam kegiatan tersebut, Da’i LAZ Batam, Ustadz Adlon, hadir langsung di tengah masyarakat Suku Laut untuk memberikan pembinaan keagamaan. Melalui pendekatan dakwah yang humanis, masyarakat diajak untuk menegakkan sholat lima waktu tepat waktu sebagai kewajiban utama seorang Muslim sekaligus fondasi dalam kehidupan sehari-hari.

Perjalanan menuju lokasi dakwah tidak lepas dari tantangan alam. Rombongan LAZ Batam Kepri harus menempuh perjalanan laut dari Pelabuhan Punggur menggunakan Marine Ambulance milik LAZ Batam. Cuaca yang kurang bersahabat dengan gelombang laut cukup besar menyebabkan kapal beberapa kali harus berhenti akibat terjangan ombak dan masuknya air laut ke dalam kapal. Meski demikian, semangat dakwah tetap terjaga hingga rombongan tiba dengan selamat di Pulau Selat Desa.

Setibanya di lokasi, rombongan disambut hangat oleh masyarakat setempat yang mayoritas merupakan warga  Suku Laut. Tidak seluruh warga dapat menghadiri kegiatan tersebut karena sebagian masih melaut untuk mencari ikan sebagai mata pencaharian utama. Kendati demikian, kegiatan tetap berlangsung dengan khidmat dan penuh kebersamaan.

Dalam tausiyah bertema “Sholat, Kewajiban Utama Seorang Muslim,” Ustadz Adlon menjelaskan makna peristiwa Isra Mi’raj sebagai perjalanan agung Nabi Muhammad SAW dalam menerima perintah sholat lima waktu langsung dari Allah SWT di Sidratul Muntaha. Ia menegaskan bahwa sholat merupakan amalan pertama yang akan dihisab dan menjadi tolok ukur keimanan seorang Muslim.

Sementara itu, Sekretaris LAZ Batam, Darwis, SE, MM, yang turut serta dalam rombongan dan didampingi oleh Kepala Bidang Pendistribusian serta Kepala Bidang Pendayagunaan LAZ Batam, menjelaskan bahwa penempatan Da’i di wilayah hinterland merupakan program strategis lembaga.

“LAZ Batam menempatkan Da’i di wilayah hinterland dengan tujuan memberikan pendampingan rohani, sosial, dan ekonomi kepada masyarakat di wilayah tertinggal dan terluar. Salah satunya adalah masyarakat di Pulau Air Mas dan Pulau Selat Desa,” ujar Darwis.

Ia menambahkan, program tersebut merupakan bagian dari pendayagunaan zakat di bidang dakwah fisabilillah yang bersumber dari dana zakat yang dikelola oleh LAZ Batam Kepulauan Riau. Melalui program ini, LAZ Batam berharap dana zakat dapat memberikan dampak jangka panjang, tidak hanya dalam penguatan keimanan, tetapi juga pembinaan sosial dan pemberdayaan masyarakat pesisir secara berkelanjutan.