Batam — Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) melakukan kunjungan ke Rumah Belajar Muallaf (RBM) dan Klinik As Syifa LAZ Batam pada Sabtu, 24 Januari 2026. Kunjungan ini dihadiri Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag RI, Prof. Dr. K.H. Waryono Abdul Ghofur, didampingi Kasubdit Bina Lembaga dan Kelembagaan, Muhibuddin, S.Fil., M.E., serta rombongan pegawai Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf.

Prof. Waryono menyampaikan harapannya agar RBM dapat menjadi sarana pembinaan muallaf yang utuh dan sesuai ajaran Islam, mengingat muallaf termasuk asnaf keempat penerima zakat. Dalam kesempatan itu, Prof. Waryono memberikan perumpamaan kepada para peserta RBM, bahwa para muallaf ibarat “kilometer nol”—bersih dari masa lalu yang kelam, dan sekarang mulai terisi dengan ilmu dan pemahaman Islam yang benar.

Ketua LAZ Batam, Syarifuddin, menjelaskan bahwa materi pembelajaran di RBM menekankan tiga unsur dasar, yaitu Akidah, Ibadah, dan Akhlak (AIA). Pembelajaran dilakukan tiga kali seminggu, meliputi Iqra, Al-Qur’an, dan kajian yang diisi ustadz terjadwal, salah satunya Ustadz Hamzah Johan dari SAI BAZNAS Kota Batam.

“Kolaborasi antar pengelola zakat di Kota Batam berjalan baik, sehingga pembinaan muallaf dapat dilakukan secara berkelanjutan,” ujar Syarifuddin.

Posisi Rumah Belajar Muallaf bersebelahan dengan Klinik As Syifa, sebuah program kesehatan LAZ Batam yang dihadirkan untuk melayani masyarakat. Klinik ini menyediakan pengecekan kesehatan dan pengobatan gratis, dengan jadwal saat ini bersifat bakti sosial berkala setiap pekannya. Kehadiran Klinik As Syifa menjadi bagian dari upaya LAZ Batam menghadirkan program pemberdayaan yang holistik, menggabungkan pendidikan dan kesehatan di tengah masyarakat.

Rumah Belajar Muallaf dan Klinik As Syifa berlokasi di Kavling Sagulung Mandiri, Dapur 12, Kecamatan Sagulung, Kota Batam. Syarifuddin menekankan bahwa keberlangsungan kedua program ini sangat membutuhkan dukungan Bapak/Ibu melalui zakat, infak, dan sedekah yang disalurkan melalui LAZ Batam, agar program ini dapat terus berjalan dan dikembangkan di seluruh wilayah Kepri.

“Semoga RBM dan Klinik As Syifa yang dikelola LAZ Batam dapat menjadi model pembinaan muallaf dan pelayanan sosial di Indonesia,” tutupnya.