Batam – Pulau Seraya yang merupakan salah satu pulau binaan LAZ BATAM mendapat kunjungan dari Kementerian Agama Republik Indonesia pada Ahad, 25 Januari 2026. Kunjungan ini menjadi bentuk perhatian dan dukungan pemerintah terhadap program pemberdayaan zakat dan dakwah di wilayah pesisir dan hinterland.

Rombongan Kemenag RI diwakili oleh Kasubdit Bina Lembaga dan Kelembagaan Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag RI, Muhibuddin, S.Fil, M.E.,  dan didampingi dua pegawai Kemenag RI. Turut hadir ketua Tim Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kanwil Kemenag Provinsi Kepri. Mursal, S.Ag.,  Ketua LAZ BATAM Syarifuddin, beserta jajaran pengurus dan rombongan.

Kunjungan dilaksanakan di Pulau Seraya, Kecamatan Sekupang, Kota Batam. Rombongan disambut langsung oleh Ketua RT Pulau Seraya, Helmi,  serta Da’i LAZ BATAM yang bertugas di pulau tersebut, Muh. Syafii.

Pulau Seraya merupakan wilayah yang dihuni oleh masyarakat asli Melayu Pulau Batam yang telah puluhan tahun bermukim di sana. Mayoritas mata pencaharian warga adalah nelayan. Di sekitar rumah-rumah warga masih terlihat alat-alat tangkap ikan seperti bubu ikan yang dirakit secara mandiri oleh masyarakat setempat. Saat ini, jumlah penduduk Pulau Seraya sekitar 120 Kepala Keluarga (KK).

Fasilitas pemerintah yang tersedia di Pulau Seraya antara lain Sekolah Dasar (SD) Negeri dan Puskesmas Pembantu (Pustu). Selain itu, terdapat masjid yang menjadi pusat kegiatan ibadah masyarakat sekaligus difungsikan sebagai Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) bagi anak-anak.

Kasubdit Bina Lembaga dan Kelembagaan Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag RI, Muhibuddin, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk melihat secara langsung program-program yang telah dijalankan oleh LAZ BATAM, khususnya di wilayah hinterland.

“Kami hadir di sini untuk melihat langsung program-program yang telah dilakukan oleh LAZ BATAM, terutama di wilayah hinterland. Apalagi Kepulauan Riau ini sekitar 94 persen wilayahnya adalah laut, sehingga program pemberdayaan harus lebih banyak menyentuh masyarakat pesisir,” ujar Muhibuddin.

Ia juga menambahkan bahwa pihaknya turut melihat kondisi masjid dan musholla di wilayah pulau dalam rangka persiapan menyambut bulan suci Ramadhan 2026.

Sementara itu, Ketua LAZ BATAM, Syarifuddin, menyampaikan bahwa Pulau Seraya baru sekitar lima bulan ditetapkan sebagai pulau binaan LAZ BATAM, sehingga program yang dilakukan masih terus bertahap.

“LAZ BATAM memang belum begitu banyak berbuat di Pulau Seraya karena baru sekitar lima bulan menjadi pulau binaan. Namun alhamdulillah, beberapa kegiatan sudah berjalan, seperti penempatan Da’i sebagai pendamping kegiatan kerohanian, pemberian makanan bergizi kepada anak-anak stunting bekerja sama dengan puskesmas kecamatan setempat, serta kegiatan sosial lainnya seperti bantuan sembako dan distribusi daging qurban,” jelas Syarifuddin.

Suasana kunjungan berlangsung hangat dan penuh kebahagiaan. Anak-anak Pulau Seraya tampak antusias menyambut rombongan di depan masjid. Ketua LAZ BATAM secara langsung membagikan susu botol yang telah disiapkan kepada anak-anak. Senyum dan tawa bahagia pun terlihat saat mereka menerima susu dari tim LAZ BATAM.

Dalam kesempatan tersebut, Syarifuddin juga menyampaikan harapannya agar Pulau Seraya ke depan dapat dikembangkan menjadi Kampung Zakat.

“Kami berharap Pulau Seraya ini dapat kita jadikan sebagai Kampung Zakat, sehingga banyak program yang bisa kita lakukan bersama Kemenag, BAZNAS, dan LAZ lainnya,” ujarnya.

Selain Pulau Seraya, LAZ BATAM saat ini telah menempatkan sebanyak delapan orang Da’i di pulau-pulau lainnya di wilayah Kepulauan Riau. Menurutnya, kebutuhan Da’i di wilayah kepulauan masih sangat tinggi.

“Oleh karena itu, kami mengajak Bapak dan Ibu semua untuk terus mendukung perjuangan dakwah di pulau-pulau melalui dana zakat, infak, sedekah, serta DSKL yang disalurkan melalui LAZ BATAM,” pungkas Syarifuddin.